Kamis , 20 September 2018
Slide background
Slide background
Slide background
Slide background
Slide background
Home » Wisata Jogja » Wisata Sejarah & Budaya » Monjali : Monumen Jogja Kembali

Monjali : Monumen Jogja Kembali

Monjali : Monumen Jogja Kembali, Mengenang Perjuangan

monjaliBanyak sekali objek wisata yang bisa kita kunjungi bila kita berada di kota Jogja, salah satunya Monjali (Monumen Yogyakarta Kembali). Monumen ini dibangun pada tahun 1985, dengan upacara tradisional penanaman kepala kerbau dan peletakan batu pertama oleh Sri Sultan Hamengku Buwono IX dan Sri Paduka Paku Alam VIII. Penggagas awalnya adalah kolonel Soegiarto selaku wali kotamadya Yogyakarta, melontarkan pembangunan monumen berskala Nasional. Monumen ini memiliki berbagai fungsi yang strategis dibidang sejarah, pendidikan dan wisata. Merupakan museum penanda tonggak sejarah yang menentukan kelangsungan hidup negara Indonesia yang merdeka dan diakui dunia Internasional.

Baca Juga : Monjali : Monumen Jogja Kembali

7 Fakta Unik Dari Monumen Yogyakarta Kembali

Fakta-fakta unik dibalik megahnya Monumen Yogya kembali adalah:

  1. Nama MONJALI (monumen Jogja Kembali)

Sering disebut Monjali, yang merupakan singkatan dari Monumen Jogja Kembali. Nama “Yogya Kembali” dipilih dengan pengertian yang luas, berfungsinya kembali pemerintahan RI di Jogja. Dengan ditariknya kembali tentara Belanda saat itu Yogyakarta kembali aktif menjadi ibu kota negara Indonesia. Ibu kota Indonesia sempat dipindahkan ke Yogyakarta sebelum akhirnya dipindahkan kembali ke Jakarta.

  1. Bentuk Monumen Seperti Kerucut

Dilihat dari bentuknya, monumen ini berbentuk kerucut atau gunungan dengan ketinggian 31,8 meter. Bentuk tersebut adalah sebuah gambaran “gunung kecil” perlambang kesuburan yang juga mempunyai makna melestarikan budaya nenek moyang dari jaman pra sejarah. Monumen berbentuk gunung melambangkan Gunung Merapi sebagai “lingga” dan disekitarnya kolam melambangkan Laut Selatan (Parangtritis) sebagai “yoni”. Keduanya adalah sumber kehidupan bagi Yogyakarta yang memberi kesuburan dan kehidupan bagi tanah Yogyakarta. Ada sebagian pendapat yang menghubungkan dengan gunungan pada wayang yang melambangkan kebahagiaan atau kekayaan kesucian, dan sebagai penutup setiap episode.

  1. Letaknya Pada Titik Poros Sumbu Imajiner

Monjali terletak di dusun Jongkang, kelurahan Sariharjo, wilayah kecamatan Ngaglik, Kabupaten Sleman. Terletak pada sumbu imajiner yang menghubungkan Gunung Merapi, Tugu Jogja, Keraton dan Pantai Parangtritis, sebagai poros makro kosmos. Yang memiliki arti sumber besar kehidupan bagi Yogyakarta. Titik imajiner pada bangunan ini bisa dilihat di lantai tiga bangunan monumen tepatnya pada tempat berdirinya tiang bendera.

  1. Sebagai Tetengger Sejarah Bangsa

Monumen Yogyakarta Kembali sebagai tetengger (peringatan) sejarah ditariknya tentara kependudukan Belanda di Ibu Kota RI, Yogyakarta pada waktu itu. Tanggal 29 Juni 1949, hal tersebut merupakan tanda awal bebasnya bangsa Indonesia dari pemerintahan Belanda. Pada tahun 1949 Indonesia benar-benar bebas dari cengkraman Belanda, ditandai dengan kembalinya para petinggi negara dari pengungsian, dan kembali menjalankan fungsi pemerintahan.

  1. Sebagai Wisata Pendidikan

Peran museum sangat strategis untuk membantu generasi muda, khususnya para siswa sekolah agar bisa mempelajari sejarah maupun asal muasal bangsa dan perjuangannya. Museum menjadi bagian penting dari wisata pendidikan. Monjali memiliki potensi sebagai tempat tujuan wisata pendidikan sebagai kegiatan studi wisata pelajar. Disini pelajar bisa melihat secara nyata bukti perjuangan dan perlawanan pahlawan pejuang kemerdekaan dalam mempertahankan kemerdekaan antara tahun 1945-1949. Pada saat itu Indonesia yang merdeka belum diakui kedaulatannya oleh dunia Internasional.

  1. Koleksi Benda Bersejarah

Museum Monjali merupakan museum khusus kategori museum sejarah perjuangan bangsa Indonesia, kurin waktu 1945-1949. Koleksinya adalah benda-benda visual, audio visual, korporil, replika dan bagan-bagan struktur organisasi. Seragam Tentara Pelajar dan kursi tandu Panglima Besar Jendral Sudirman juga masih tersimpan apik di sana. Semua peninggalan itu disebar di 3 lantai, dipasang didinding, dipajang dan sebagainya.

  1. Biaya Masuk Museum

Monumen Yogyakarta Kembali buka setiap hari Selasa-Minggu, pukul 08.00-16.00, pada musim liburan sekolah buka setiap hari. Biaya masuknya cukup murah 5000 untuk dewasa, 7500 untuk wisatawan asing.

untuk anda yang berada di bali anda bisa sewa mobil bali dan untuk anda yang berada di makassar anda juga bisa rental mobil makassar. oke sampai disini dulu artikel kali ini, jangan lupa untuk kunjungi terus

Check Also

Gunung Api Purba Nglanggeran

Gunung Ngalenggeran Gunung Api Purba atau Gunung Nglanggeran merupakan salah satu Gunung aktif sekitar 60 …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Translate »