Slide background
Slide background
Slide background
Slide background
Slide background
Home » Wisata Kuliner » Kuliner Gunungkidul yang Wajib Anda Coba

Kuliner Gunungkidul yang Wajib Anda Coba

Kuliner Gunungkidul Yang Wajib Anda Coba

Kuliner Gunungkidul – Salah satu kabupaten di Yogyakarta yang banyak menyimpan pesona unik dan sedang nge hits adalah Gunungkidul. Objek wisata mulai dari pantai sampai dengan pegunungan karst yang menyimpan sejuta pesona sedang digandrungi oleh wisatawan. Tak kalah unik kuliner yang tidak bakalan anda temui di tempat lain selain di kota ini. Tim Zaza Tour mencoba merangkum kuliner unik yang tak boleh dilewatkan ketika anda berkunjung ke Gunungkidul.

Sego Abang Sayur Lombok Ijo

    1. Jenis tanah kapur membuat Gunungkidul menjadi gersang dan tidak subur. Tanaman pokok seperti padi menjadi sulit ditanam karena membutuhkan banyak air. Varietas pari gogo atau tumbuhan padi yang membutuhkan sedikit pengairan menjadi alternatif terbaik di Gunungkidul. Pari gogo beras merah adalah andalan dari kabupaten Gunungkidul. Nilai gizi yang terkandung di dalamnya lebih tinggi dari beras biasa.
    Beras merah yang dimasak menjadi nasi dihidangkan dengan sayur tempe lombok ijo yang dimasak menggunakan santan sebagai kuahnya. Daun pepaya yang direbus menjadi pelengkap yang sangat pas. Tak lupa ikan wader kali yang digoreng garing dan renyah serta gurih di lidah. Ciri khas rasa manis dari Jogja yaitu tahu, tempe, daging dan jerohan sapi yang dibacem disandingkan dengan ayam goreng. Teh poci gula batu melengkapi sajian lengkap dari sego abang.

Gatot & Tiwul

    1. Ubi kayu atau singkong adalah pengganti dari tanaman padi yang sangat sulit ditanam di daerah Gunungkidul. Singkong itulah yang menjadi makanan pokok masyarakat Gunungkidul pada jaman dahulu. Dari singkong, masyarakat Gunungkidul mengolahnya menjadi penganan seperti gatot dan tiwul.
    1. Sebelum menjadi gatot dan tiwul, singkong diolah dahulu menjadi gaplek. Masyarakat umumnya membuat gaplek dengan cara sederhana, yaitu singkong dikupas utuh atau dibelah kemudian dijemur. Ada dua jenis gaplek, yaitu gaplek yang putih biasa yang ditumbuk halus dan dikukus menjadi tiwul. Gaplek hitam yang difermentasikan dan diolah menjadi gatot. Warna hitam pada gatot dihasilkan dari proses fermentasi oleh bermacam fungi dan bakteri yang tumbuh selama dijemur dan dibiarkan siang malam. Setelah direndam semalaman kemudian dipotong kecil dan dikukus seperti proses pembuatan tiwul.
    Tekstur yang kenyal ditambah taburan parutan kelapa menambah eksotisme tersendiri saat mengunyah gatot dan tiwul. Sekarang telah tersedia olahan gatot dan tiwul seperti rasa keju, nangka, coklat dan cake. Ada juga tiwul instan yang bisa bertahan berbulan-bulan dan bisa dibawa sebagai oleh-oleh karena sudah melalui proses pengeringan.

Belalang Goreng

    1. Banyaknya hutan jati di daerah Gunungkidul membuat populasi walang atau belalang menjadi berlimpah. Jenis belalang kayu tersebut dimanfaatkan dan diolah masyarakat sekitar menjadi panganan atau lauk makan. Belalang yang sudah dibersihkan isi perutnya kemudian digoreng dengan bumbu sederhana. Pertama kali penulis mencoba belalang goreng adalah rasa ngeri dan ngilu karena belalang memang tak lazim dimakan. Bayangan itu perlahan hilang ketika rasa gurih dan renyah di mulut mulai terasa saat belalang dikunyah. Sepintas rasa mirip dengan udang yang digoreng garing. Kandungan protein yang tinggi dan kolesterol yang rendah adalah pembuktian bahwa belalang goreng makanan yang sehat untuk dikonsumsi.
    Banyak penjual menjajakan belalang goreng di sepanjang jalan menuju pantai Baron. Jika anda mampir di toko oleh-oleh di daerah Gunungkidul pasti tersedia penganan tersebut. Varian rasa yang ada yaitu gurih dan pedas manis. Belalang akan banyak muncul pada musim penghujan. Maka tak heran jika harga belalang goreng akan lebih murah pada musim itu. Kini hama belalang menjadi pendapatan potensial bagi penduduk lokal.

Check Also

Legitnya Jadah Tempe Kaliurang

Berkunjung ke Jogja tanpa mencicip kuliner khas tak akan lengkap rasanya. Apalagi jika anda mengunjungi …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *